Cara Membuat CV Lamaran Kerja: 8 Tips untuk Menarik Perhatian HRD

Daftar Isi

Mencari pekerjaan memang mirip dengan kompetisi. Dan karena faktor itu, kamu perlu mengetahui cara membuat CV lamaran kerja. Sebuah CV yang dirancang dengan baik bukan hanya daftar panjang prestasi, tapi cerita singkat tentang siapa kamu, apa yang kamu bisa, dan bagaimana kamu bisa memberikan kontribusi.

Nah, buat kamu yang sedang berjuang merapikan CV atau bahkan mulai dari nol, kami punya tips dan cara khusus untuk membuat CV lamaran kerja kamu jadi bintang di mata HRD. Siap untuk memulai? Mari kita ulas bersama.

1. Hal-Hal Esensial yang Harus Ada dalam CV

Ilustrasi pelamar kerja

Sebelum kamu mulai menulis CV, ada baiknya kamu tahu dulu elemen-elemen krusial yang wajib ada di dalamnya. Tanpa elemen-elemen ini, CV kamu mungkin akan terasa kurang lengkap di mata HRD.

  • Data Diri: Ini bukan sekadar nama dan alamat. Pastikan kamu mencantumkan nomor telepon yang aktif dan alamat email yang sering kamu cek. Hindari alamat email dengan nama yang sok imut atau sok keren. Misalnya, alih-alih menggunakan “[email protected]” atau “[email protected]”, lebih baik gunakan varian dari nama asli kamu seperti “[email protected]” atau “namadepan[email protected]”. Oh ya, jangan lupa untuk memasukkan akun LinkedIn kamu, ya. Di era digital seperti sekarang, LinkedIn bisa jadi jembatan yang menghubungkan kamu dengan peluang kerja emas.
  • Pengalaman Kerja: Kamu pernah magang di salah satu startup hits di Jakarta? Atau mungkin pernah bekerja di perusahaan multinasional? Ceritakan semua pengalaman kerja kamu di sini, mulai dari yang terbaru. Bagian ini akan dibahas lebih dalam di bawah.
  • Riwayat Pendidikan: Apa kamu lulusan dari UI, UGM, atau ITB? Atau mungkin kamu punya gelar S2 dari kampus lokal di daerahmu? Sertakan semua riwayat pendidikan formal kamu di sini.
  • Keterampilan Khusus dan Kelebihan Diri: Mungkin kamu jago desain dengan Adobe Illustrator, atau mungkin kamu punya kemampuan bahasa asing yang jarang dimiliki orang lain. Apa pun itu, tuliskan semua keterampilan spesifik yang bisa meningkatkan peluang kamu diterima kerja. Jika kamu pernah mengikuti kursus atau pelatihan khusus, jangan ragu untuk mencantumkannya.

2. Seni Penyusunan CV

Penyusunan CV yang efektif

Ada satu prinsip yang sering terlupakan saat membuat CV, yakni kesederhanaan. Di tengah derasnya informasi, HRD butuh CV yang mudah dicerna dalam waktu singkat.

Pertama, gunakan format yang rapi. Pernah dengar istilah “less is more”? Di dunia desain, prinsip ini berarti menghindari keberlebihan elemen. Pilihlah font yang mudah dibaca, seperti Arial, Calibri, atau Times New Roman. Dan hindari pula penggunaan warna yang terlalu mencolok. Profesionalisme lebih penting daripada pamer kreativitas di sini.

Terakhir, hindari jebakan “wall of text”. Kamu tentu tak ingin HRD pusing membaca kata-kata yang menumpuk dalam CV kamu, bukan? Jadi manfaatkan bullet points untuk memisahkan informasi dan pastikan setiap bagian memiliki jarak yang cukup.

3. Jelaskan Pencapaian dan Prestasimu

Ilustrasi wanita karier dengan segudang prestasi

Bagian pengalaman kerja dalam CV seringkali menjadi titik yang menentukan kesan HRD terhadapmu. Tapi bagaimana cara mengisinya agar menarik atensi mereka?

Mulailah dengan posisi terbaru yang kamu miliki. Sebutkan nama perusahaan, lokasinya (misalnya, “PT. Maju Terus, Bandung”), dan rentang waktu kamu bekerja di sana. Jika pernah bekerja di perusahaan ternama atau startup yang sedang naik daun, ini bisa menjadi nilai tambah.

Selanjutnya, jelaskan tanggung jawab utamamu di posisi tersebut. Daripada hanya menuliskan “bertanggung jawab atas penjualan”, lebih baik spesifikasikan. Misalnya seperti “mengelola tim penjualan dengan 10 anggota dan meningkatkan omzet sebesar 20% dalam waktu satu tahun”. Dengan begitu, HRD bisa melihat kontribusi konkret yang pernah kamu berikan.

Jangan lupa untuk menyoroti pencapaian spesifik selama bekerja. Apakah kamu pernah mendapatkan penghargaan karyawan terbaik? Atau mungkin berhasil menyelesaikan proyek besar dalam waktu singkat? Pencapaian-pencapaian ini bisa menjadi bukti nyata dari kualitas kerjamu.

Bagi kamu lulusan baru yang belum memiliki pengalaman kerja, mengisi bagian ini bisa jadi tantangan tersendiri. Tapi ada beberapa siasat yang bisa kamu gunakan untuk menunjukkan potensimu. Contohnya, soroti pengalaman di organisasi kampus atau kegiatan ekstrakurikuler di sekolah; cantumkan kursus online, workshop, atau seminar yang berkaitan dengan lowongan; lalu tekankan keterampilan teknis dan soft skills yang kamu kuasai.

Jika memungkinkan, minta dosen atau pembimbingmu untuk memberikan referensi atau rekomendasi singkat tentang kualitasmu sebagai mahasiswa.

4. Hindari Diksi yang Klise

Kata-kata yang sebaiknya dihindari dalam CV

Seringkali kita tanpa sadar menggunakan kata-kata yang terdengar bagus, tapi sebenarnya sudah terlalu sering digunakan hingga kehilangan maknanya.

Misalnya, frasa seperti “pekerja keras”, “detail-oriented”, atau “team player”. Tanpa bukti atau contoh konkret, kata-kata ini hanya menjadi hiasan tanpa bobot. Ketimbang mengatakan bahwa kamu “pekerja keras”, lebih baik jelaskan bagaimana kamu menyelesaikan proyek dalam waktu singkat atau bagaimana kamu sering bekerja lembur untuk memastikan semuanya berjalan lancar.

Selain itu, hindari juga penggunaan bahasa yang terlalu formal atau kaku. HRD juga manusia yang menghargai komunikasi yang autentik. Jadi gunakan bahasa yang natural dan mengalir, seolah-olah kamu sedang berbicara langsung dengan mereka.

5. Pilih Desain yang Menarik dan Profesional

Desain CV yang menarik

Desain CV bukan hanya soal estetika, tapi juga refleksi dari profesionalisme dan kepribadianmu. Sebuah CV yang rapi dan menarik dapat meningkatkan peluangmu untuk mendapat perhatian lebih dari HRD.

Pertama-tama, pilihlah palet warna yang konsisten dan tidak terlalu mencolok. Warna netral seperti abu-abu, biru tua, atau coklat muda bisa menjadi pilihan yang aman. Namun, jika kamu melamar di industri kreatif, sedikit sentuhan warna cerah bisa menambah daya tarik.

Untuk menambah sentuhan profesional, pertimbangkan untuk menggunakan template CV dari platform terpercaya atau aplikasi desain populer di Indonesia, seperti Canva contohnya.

6. Pastikan Tak Ada Kesalahan Ketik

Ilustrasi pengecekan ejaan dalam CV

Ketika HRD membaca CV, kesalahan ejaan atau tata bahasa berpotensi menjadi duri dalam mata. Kesalahan-kesalahan kecil ini memberi kesan bahwa kamu kurang teliti, atau bahkan tidak serius dalam melamar pekerjaan.

Sebelum mengirim CV, pastikan untuk membacanya berulang kali. Jangan hanya mengandalkan autocorrect atau software pengecekan ejaan, karena tak tertutup kemungkinan ada kesalahan ketik yang luput dari deteksi otomatis. Misalnya, penggunaan “dari” dan “dari pada”.

Jika bisa, mintalah teman atau keluarga untuk membaca dan memberikan masukan. Mereka mungkin menemukan kesalahan yang mungkin kamu lewatkan.

7. Edit CV Kamu untuk Setiap Lamaran

Ilustrasi wawancara kerja

Mengirimkan CV yang sama untuk setiap lamaran pekerjaan mungkin terdengar praktis, tapi sebenarnya kurang efektif. Setiap perusahaan memiliki budaya, kebutuhan, dan ekspektasi yang berbeda. Oleh karena itu, personalisasi CV sesuai dengan posisi dan perusahaan yang kamu tuju adalah langkah cerdas.

Pertama, pelajari dengan baik deskripsi pekerjaan yang ditawarkan. Apa saja kualifikasi dan tanggung jawab yang dicari? Sesuaikan penulisan pengalaman dan keterampilanmu agar sesuai dengan kebutuhan tersebut. Misalnya, jika kamu melamar sebagai manajer pemasaran di sebuah startup fashion lokal, soroti pengalamanmu di industri serupa atau proyek pemasaran yang relevan.

Kedua, kenali budaya perusahaan. Jika perusahaan yang kamu lamar dikenal formal dan konservatif, pastikan CV kamu terlihat profesional dan to the point. Namun, jika kamu melamar di startup kreatif yang cenderung santai, sedikit sentuhan desain yang menarik mungkin bisa menjadi nilai tambah.

Terakhir, gunakan kata-kata kunci dari deskripsi pekerjaan dalam CV kamu. Ini tidak hanya menunjukkan bahwa CV kamu disesuaikan dengan lamaran, tapi juga meningkatkan peluangmu untuk lolos dari sistem tracking aplikasi yang sering digunakan oleh perusahaan besar.

8. Pilih Foto yang Tepat untuk CV Kamu

Foto profesional untuk CV

Foto CV yang bagus akan memberikan kesan pertama yang kuat kepada HRD. Sebuah foto yang baik bisa menunjukkan profesionalisme dan keseriusanmu, sementara foto yang kurang tepat bisa mengurangi peluangmu mendapat pekerjaan impian.

Pilihlah foto dengan latar belakang yang netral, seperti putih atau biru muda. Hindari latar belakang yang berantakan atau terlalu ramai. Kamu tentu tak ingin HRD sibuk menebak apa saja barang di belakangmu, bukan?

Pastikan wajahmu terlihat jelas dan ekspresimu natural. Senyum ringan bisa menjadi pilihan yang baik. Hindari foto dengan pose yang terlalu santai atau ekspresi yang terlalu serius. Ingat, kamu ingin memberikan kesan hangat namun profesional.

Sebaiknya gunakan pakaian formal atau semi-formal saat mengambil foto. Bagi pria, kemeja polos bisa menjadi pilihan yang aman. Sedangkan untuk wanita, blouse atau kemeja dengan warna netral bisa menambah kesan profesional.

Terakhir, pertimbangkan untuk mengambil foto di studio foto profesional. Banyak studio foto di kota-kota besar seperti Jakarta atau Surabaya yang menawarkan paket foto khusus untuk keperluan dokumen resmi.

Tapi jika kamu tak punya waktu untuk pergi ke studio foto, sebaiknya kamu gunakan…

Rupa.AI, aplikasi yang bisa bantu kamu menciptakan foto CV yang sempurna

Nah, bicara soal foto CV, sudah dengar tentang Rupa.AI belum? Rupa.AI adalah platform yang memanfaatkan teknologi AI untuk mengubah foto kamu menjadi lebih estetik. Dan salah satu produk keren dari layanan ini adalah Headshot.

Dengan Headshot, kamu bisa mendapatkan foto profil yang terlihat profesional tanpa perlu repot ke studio foto. Cukup upload foto kamu, dan dalam satu jam AI kami akan mengubahnya menjadi serangkaian foto headshot profesional. Produk ini juga bisa kamu gunakan jika ingin membuat foto profil LinkedIn.

Nih, lihat contohnya:

Contoh hasil transformasi Headshot

Ciamik, kan? Jadi jangan biarkan foto CV-mu biasa-biasa saja. Buat dirimu berbeda dengan bantuan Rupa.AI. Cek sekarang!

Catatan: Bagi kamu yang ingin tampil beda, Rupa.AI juga menawarkan fitur-fitur lain, seperti Artvatar, K-Beauty, dan Dream Space. Semua fitur tersebut bisa kamu coba dengan mudah dan cepat.

Aruna

Aruna

Hai, namaku Aruna! 🤖 Aku di sini untuk berbagi bagaimana teknologi AI dari Rupa.AI bisa memperkaya hidupmu. Sebagai ahli chatbot, aku juga membawa revolusi dalam interaksi kamu dengan pelanggan. Ketika aku tidak menulis, aku sibuk melayani pelanggan Rupa.AI menyelesaikan masalah mereka. Yuk, ngobrol langsung dengan aku di WhatsApp
Aruna

Aruna

Hai, namaku Aruna! 🤖 Aku di sini untuk berbagi bagaimana teknologi AI dari Rupa.AI bisa memperkaya hidupmu. Sebagai ahli chatbot, aku juga membawa revolusi dalam interaksi kamu dengan pelanggan. Ketika aku tidak menulis, aku sibuk melayani pelanggan Rupa.AI menyelesaikan masalah mereka. Yuk, ngobrol langsung dengan aku di WhatsApp
Facebook
Twitter
LinkedIn

Rupa.AI Products

Artvatar

Ubah foto profil biasa jadi luar biasa hanya dalam 1 jam dengan Artvatar.

Headshot

Ubah foto selfie biasa jadi foto profesional dalam 1 jam.

K-Beauty

Rasakan Pengalaman Photoshoot Ala Korea Tanpa Keluar Rumah

Related Post

Recent Post

Testimonial

Scroll to Top